Perspektif Teori Media
[SAP 3] Analisis Teori Praktik terhadap Interaksi Digital antara Pemerintah dan Warganet di Indonesia
Meskipun teori efek media seperti agenda-setting menawarkan lensa awal, teori ini seringkali terbatas pada menyajikan model linear yang gagal menangkap sifat multi-arah dan taktis dari media sosial. Framework seperti ini dapat mengaburkan dinamika kekuasaan yang sebenarnya mendasari fenomena tersebut, serta tindakan strategis negara dan warga negara sebagai aktor yang terlibat. Untuk mengisi kesenjangan teoritis ini, penulis bergerak dari kacamata teori efek media dan menawarkan lensa dari practice theory.
[SAP 2] Bergeser dari Kerangka Kerja Efek Media: Analisis Praktik Teori terhadap Interaksi Digital antara Pemerintah dan Netizen di Indonesia
Di negara-negara yang melek digital seperti Indonesia, media sosial telah menjadi kanal penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan berdemokrasi. Hal ini memunculkan pola yang khas di mana tindakan dan pernyataan kebijakan resmi seringkali dikaitkan dengan isu-isu yang viral secara daring, hingga masyarakat melihat bahwa suatu kebijakan hanya dapat terjadi apabila sebuah isu viral di media sosial. Fenomena ini menghadirkan pertanyaan: Apakah reaksi cepat ini merupakan tanda dari sebuah pemerintahan yang responsif, yang peka terhadap kekhawatiran masyarakat? Atau apakah hal ini justru menunjukkan pemerintahan yang rentan terhadap tekanan media sosial, kemarahan yang diperkuat oleh algoritma, dan agenda kelompok-kelompok yang kuat di dunia digital, namun belum tentu representatif?